Kekayaan Tak Ternilai:
Menggali Potensi WBTB di Kulon Progo
Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak hanya dikenal dengan bentang alamnya yang indah, tetapi juga akar budayanya yang sangat kuat. Mari telusuri 31 potensi budaya dan tradisi yang menjadi identitas masyarakat.
Jelajahi WarisanBerdasarkan data Rencana Kerja dan inventarisasi Data Dasar Warisan Budaya Takbenda (DD WBTB), terdapat puluhan potensi budaya takbenda dari berbagai kapanewon di Kulon Progo. Upaya pelestarian dan pencatatan ini sangat penting untuk menjaga nilai luhur agar tidak tergerus zaman dan diakui secara resmi.
Klasifikasi Potensi WBTB
Upacara Adat & Tradisi
Masyarakat Kulon Progo memegang teguh ritual adat sebagai bentuk syukur dan harmonisasi dengan alam.
- Tingkep Tandur (Kanoman, Panjatan): Ritual petani musim tanam memohon keselamatan & panen melimpah menggunakan besek/ancak.
- Dulkaidahan Pringtali (Jatimulyo, Girimulyo)
- Sumur Gede (Pengasih) & Daruno Daruni (Panjatan)
- Tingkep Kitri (Lendah) & Labuhan Glagah (Pesisir Selatan)
- Baritan KP & Thethek: Ritual mengusir roh halus di bulan Suro.
Seni Pertunjukan
Kulon Progo memiliki ragam seni pertunjukan yang unik, magis, dan memiliki akar sejarah mendalam.
- Kesenian Krumpyung: Alat musik bambu bernada slendro & pelog dari Desa Hargowilis, Kokap.
- Trek Muslim & Jatilan Lancur (Kalibawang)
- Tari Sugriwo Subali & Tari Buana Manggala Bakti
- Kesenian Slaka KP & Maer-maer
- Ritual Pengobatan: Nenuwun/penyembuhan melalui media tari Jatilan.
Kuliner & Pangan
Sisi gastronomi yang memiliki nilai historis dan menuntut keahlian khusus dalam pembuatannya.
- Makanan Bungkil & Sego Pondoh
- Gembrot Simbukan: Makanan khas dari Kapanewon Kokap.
- Oyek: Pangan substitusi beras dari Sanden Ngargosari, Samigaluh.
- Gula Semut Kokap: Komoditas unggulan rempah manis yang telah diakui kualitasnya secara luas.
Situs & Cerita Rakyat
Banyak situs, pengetahun alam, dan kearifan lokal yang sarat akan cerita sejarah masa lalu.
- Petilasan: Watu Lempeng Paingan & Kyai Sumedang (Paingan Pengasih).
- Pranoto Mongso: (Jatimulyo, Girimulyo) Sistem astronomi tradisional masyarakat penentu musim tanam.
- Cerita Rakyat Sugriwo Subali: Kisah legendaris yang berpusat di kawasan Gua Kiskendo.
- Cerita Rakyat Kedung Kuning: Berlokasi di Kalurahan Panjatan.
- Permainan Nglabrak: Permainan tradisional anak-anak daerah setempat.
Mbah Sumitro:
Pembangkit Kesenian Krumpyung
Kesenian musik Krumpyung dari Hargowilis, Kapanewon Kokap, sempat menghilang pada masa pendudukan Jepang. Kesenian ini berhasil diselamatkan dan dihidupkan kembali pada tahun 1973 berkat dedikasi seorang maestro, Mbah Sumitro.
"Uniknya, Mbah Sumitro tidak berlatar belakang seniman tulen. Beliau menciptakan instrumen bambu ini secara otodidak semata-mata demi memenuhi permintaan putranya, Witra Purbadi, seorang penyandang tunanetra yang sangat mencintai seni karawitan."
Kini, karya Mbah Sumitro menjadi salah satu usulan utama dalam Data Dasar Warisan Budaya Takbenda yang patut dilestarikan agar dapat dinikmati oleh generasi penerus.
Menjaga Warisan untuk Masa Depan
Pencatatan Data Dasar WBTB Kabupaten Kulon Progo ini adalah langkah awal yang krusial. Dibutuhkan sinergi dari pemerintah daerah, budayawan, dan masyarakat luas untuk terus mendokumentasikan, melindungi, dan mewariskan kekayaan ini. Jangan sampai kisah inspiratif dan kearifan lokal ini hanya menjadi cerita usang.
Sumber & Referensi Data
- Dokumen Fisik Memo & Rencana Kerja: Transkrip Data Dasar WBTB Kulon Progo (Item No. 1-32).
- Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo – Upacara Adat Tingkep Tandur di Kalurahan Kanoman, Panjatan.
- Jantra Jurnal Sejarah dan Budaya – Tradisi Tingkep Tandur.
- Intisari (Grid.id) – Sejarah Kesenian Musik Krumpyung dan Maestro Sumitro dari Hargowilis, Kokap.
- Dokumentasi Sejarah Musik Krumpyung (Scribd & YouTube).